Meningkatkan Kemampuan Pribadi

Guru yang efektif membutuhkan pengetahuan yang luas mengenai isi dan bahan pelajaran serta sejumlah besar keterampilan professional. Maksudnya adalah untuk mengingatkan bagaimana rumitnya masalah pembelajaran itu. Apa maknanya, misalnya bagi seorang guru SD untuk ‘mengetahui’ sebuah mata pelajaran? Ada banyak masalah dalam merinci ini. Apa yang dapat diharapkan dari seorang guru sekolah dasar untuk mengetahui sejarah pasti akan berbeda sekali dengan pengetahuan seorang ahli sejarah, dan mungkin berbeda sekali dengan yang harus diketahui guru sekolah lanjutan. Tetapi apakah yang perlu diketahui guru sekolah dasar? Apakah yang mendasari keterampilan professional? Telah banyak upaya untuk mendefinisikan ini, tetapi biasanya kurang memadai untuk menjelaskan apa yan sesungguhnya dikerjakan guru. Bagaimanapun, jika kita dapat menjelaskan pengetahuan dan keterampilan apa yang harus dimiliki guru, kita masih perlu menggarap bagaimana membantu guru-guru pemula untuk memperolehnya dan bagaimana guru-guru dapat menggunakannya secara efektif. Dalam setiap bidang kegiatan manusia, sesuatu yang dikerjakan dengan keahlian yang tinggi membuat sesuatu itu kelihatan sederhana. Bila kita menonton seorang pemain bola yang terkenal gagal menyarangkan bola ke gawang lawan maka sangat mudah kita mengkritiknya padahal kita sendiri tidak bias bermain bola dengan baik. Ini sering terjadi ketika orang melihat (hasil) pekerjaan guru.

Demikian juga halnya bahwa keterampilan perlu banyak praktek. Hal ini diakui dalam banyak kegiatan yang memerlukan keterampilan, khususnya di bidang olah raga dan acting, tetapi kurang berterima dalam hal mengajar. Sesungguhnya hal itu berlaku juga dalam mengajar. Masalahnya adalah bahwa sementara kita sedang berpraktek kita berurusan dengan orang, anak-anak dan orang tua, yang menganggap bahwa guru-guru harus sudah efektif.

Ragam keluhan yang dapat kita ajukan mengenai, katakanlah, seorang penghibur yang tidak berhasil dalam pertunjukkan yang seharusnya dilakukan dengan keahlian yang mengagumkan, sering ditujukan kepada pembelajaran, barangkali mengenai mengajar anak-anak membaca. Kadang-kadang ada keluhan bahwa guru-guru perlu lebih efektif dalam bidang ini dan oleh karena itu mereka perlu diajar mengenai keterampilan ini pada awal pendidikannya. Tentu mereka harus, dan biasanya memang demikian. Masalahnya adalah bahwa mengajar anak tertentu untuk membaca berarti membuat keputusan yang sensitive dan sesuai dalam konteks. Bukan hanya sekedar menyeleksi perangkat bahan-bahan yang sesuai untuk tiap ‘tipe’ anak : pemilihan bahan secara hati-hati untuk anak-anak secara individual harus terus-menerus dilakukan selama proses pembelajaran.

Seandainya pekerjaan guru hanya menyangkut mengajar membaca saja, itupun akan cukup menuntut keterampilan. Bahkan lebih dari itu apabila kita pertimbangkan semua mata pelajaran yang harus dicakup dan sejumlah besar pokok bahasan dan keterampilan serta konsep dalam tiap mata pelajaran. Jika seseorang duduk dan menggarap semua ini hanya untuk seorang anak, itu merupakan tugas raksasa. Namun masih ada lagi keruwetan selanjutnya. Menghadapi sebuah kelas dengan empat puluh anak, guru-guru tidak bias mengadakan replikasi persis seperti yang dilakukannya terhadap seorang anak, atau tidak dengan lebih mengeraskan suaranya atau empat puluh kali lipat. Yang terbaik adalah anak-anak sekelas diperlakukan sebagai empat puluh individu, tetapi bila guru-guru memusatkan perhatian kepada seorang individu maka aka nada maslah besar pengelolaan kelas yang harus diatasi. Dalam konteks ini, kelas itu harus diajar dengan cara-cara yang amat berbeda. Masalahnya adalah bagaimana cara yang paling efektif untuk mengutamakan sifat social dari belajar.

Meningkatkan kemampuan pribadi dalam pembelajaran menyangkut pemikiran bagaimana anak-anak secara individual bisa belajar mandiri, dan seberapa bedanya dengan ini ketika belajar di kelas yang riil. Hal itu juga menyangkut memberikan perhatian khusus kepada cara guru bekerja di kelas, memberikan perhatian kepada ‘penampilan’ guru.

Mungkin itu saja artikel saya kali ini, semoga bermanfaat khususnya untuk anda para guru-guru.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s