DEMOKRASI BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

    Rujukan tertinggi adalah ketuhanan Yang Maha Esa. Rujukan ini menegaskan nilai ruhaniah dan kesediaan taat kepadaNYA, pada peraturan dan keputusanNYA, termasuk adanya pengadilanNYA di akherat nanti.

Maksud esensialnya bahwa seluk-beluk sistem serta perilaku penyelenggaraan kenegaraan RI ini haruslah taat asas, konsisten, atau sesuai dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai Grundnorm yang dinyatakan di dalam Kitab Suci atau menurut ajaran Nabi/ Rosul.

    Dalam kehidupan bermasyarakat akan tercipta suatu ketentraman, apabila nasyarakatnya religious dan menerapkan nilai-nilai budi pekerti dan aturan-aturan perilaku yang dibangun secra kongnitif efektif, psikomotor dan keterampilan.

    Semua aktifitas yang bersangkutan dengan religi berdasarkan atas getaran jiwa, yang biasanya disebut emosi keagamaan. Emosi keagamaan biasanya pernah dialami oleh manusia sehingga mendorong kepada setiap manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dengan aturang agama yang dianutnya.

    Suatu sistem religi dalam suatu kebudayaan swelalu mempunyai ciri-ciri untuk sedapat mungkin memelihara emosi keagamaan itu diantara pengikutnya. Berdasarkan hal tersebut, emosi keagamaan merupakan unsur penting dalam suatu religi bersama dengan tiga unsur lainnya yaitu:

a) sistem keyakinan,

b) sistem upacara keagamaan,

c) suatu umat yang menganut religi tersebut.

    Sistem keyakinan mengandung banyak sub-sub unsur lagi, diantaranya : menyangkut konsepsi tentang : pencipta alam, masalah terciptanya dunia dan alam, masalah tentang hidup dan maut, konsepsi tentang dunia roh dan dunia akhirat.

    Sistem upacara keagamaan secara khusus mengandung empat aspek yang menjadi prhatian khusus dari para ahli antroplogi adalah: tempat upacara keagamaan dilakukan, saat-sat upacara keagamaan dilakukan, benda-benda dan alat upacara, orang-orang yang melakukan dan memimpin upacara.

    Kelompok umat yang menganut religi meliputi : hubungannya satu dengan yang lainnya, hubungannya dengan para pemimpin agama, organisasi para umat, kewajiban serta hak para warganya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s